“Mengajar” Di SDN Karangdukuh, Kadarwati Ajak Murid: Jaga Pancasila, Prestasi Oke, Bullying No…
Warta Kita.org – Sebuah inovasi menarik dilakukan SD Negeri Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Mereka mempunyai Program Sekolah Inspiratif. Dalam Program Sekolah Inspiratif ini, sekolah menghadirkan para tokoh untuk mengajar atau menyampaikan materi kepada para murid terkait tema atau kompetensi yang mereka miliki. Seperti yang terjadi pada Kamis (30/10/2025) pagi. Tema kali ini adalah “DPRD Mengajar”. Dan sebagai narasumber, SDN Karangdukuh mengundang Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati. Kehadiran Kadarwati disambut hangat oleh Kepala SDN Karangdukuh Theresia Ani Widyastuti, Kepala Desa Karangdukuh Ari Supriyanto, dan para guru sekolah setempat. Pada kesempatan itu, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah ini mengajar tentang Pancasila di depan murid Kelas 5 dan Kelas 6. Kadarwati menyampaikan, Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang menjadi pedoman moral dan arah dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai dasar negara harus diketahui oleh para pelajar mulai dari tingkat dasar. “Setelah para murid tahu dan mengenal Pancasila, maka mereka harus bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, utamanya dalam kegiatan di sekolah,” katanya. Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah asal Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk ini menjelaskan, implementasi nilai-nilai Pancasila di sekolah antara lain menghormati teman dan guru tanpa memandang perbedaan, menolong sesama yang membutuhkan bantuan, bekerja sama dalam kegiatan sekolah seperti piket atau kerja kelompok; serta menghargai hak dan pendapat orang lain. “Implementasi nilai-nilai Pancasila di sekolah itu sangat sederhana. Seperti bergotong royong, saling membantu, mencegah bullying (perundungan) dan masih banyak lagi,” terangnya. Dalam kegiatan “mengajar” itu, Kadarwati mengajak para murid untuk terus menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan setia pada Pancasila, meraih prestasi yang terbaik, dan mencegah atau menolak (stop) bullying (perundungan). “Mari kita biasakan untuk menggemakan: NKRI Harga Mati, Salam Pancasila, Prestasi Oke, Bullying No. Kita jadikan slogan ini sebagai ikon sekolah kita,” ajak ibu dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo ini. Sedang Kepala SDN Karangdukuh Theresia Ani Widyastuti menjelaskan, Program Sekolah Inspiratif kali ini mengangkat tema Pancasila sebagai jati diri bangsa. Tujuannya untuk membumikan Pancasila dalam diri para murid dan masyarakat untuk mewujudkan generasi emas bangsa. Sekolah Inspiratif ini diawali dari Program Gebyar Pelajar Pancasila (Gerakan Belajar Pelajar Pancasila) yang dilaksanakan dari 1 Oktober hingga 31 Januari 2026. “Dalam rentang waktu tersebut sekolah menghadirkan tamu para tokoh untuk menyampaikan materi kepada para siswa. Seperti dari DPRD, Dinas Ketahanan Pangan, DKUKMP, dan sebagainya. Setelah menghadirkan guru tamu, selanjutnya ada program lanjutan. Seperti sekolah berdikari, kunjungan ke desa (outing class) untuk melihat langsung kehidupan dimasyarakat, dan lainnya,” ungkapnya. Ani Widyastuti berharap, melalui program ini dapat menumbuhkan semangat belajar dan menginspirasi para murid. Kegiatan “DPRD Mengajar” yang dilakukan Kadarwati ini disambut baik para murid SDN Karangdukuh. “Saya merasa senang (diajar Bu Kadarwati). Tadi Bu Kadarwati menyampaikan nilai-nilai Pancasila seperti nggak boleh bullying, saling menolong, dan berbuat baik terhadap sesama,” ucap Syafa Putri Adianita.